Tersedak adalah kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Modul ini membahas panduan langkah demi langkah cara melakukan Manuver Heimlich baik untuk korban dewasa maupun pada bayi.
1. Mengenali Gejala Tersedak
Sebelum memberikan pertolongan, kenali tanda-tanda seseorang mengalami tersedak:
-
Korban biasanya terlihat panik, ketakutan, dan memegang area leher.
-
Wajah tampak kemerahan di awal.
-
Mata melotot dan napas tersengal-sengal.
-
Segera tanyakan kepada korban mengenai keadaannya.
2. Langkah-Langkah Manuver Heimlich untuk Korban Dewasa
Jika korban masih sadar, ikuti tahapan berikut:
-
Posisi Kaki Penolong: Letakkan salah satu kaki penolong di antara kedua kaki korban. Tujuannya agar jika korban terjatuh, penolong tidak ikut terjatuh.
-
Posisi Tangan & Kepalan: Kepalkan salah satu tangan Anda, lalu letakkan di bagian atas pusar korban.
-
Pegang Erat: Pegang erat-erat kepalan tangan Anda tersebut menggunakan tangan yang lain.
-
Tekanan (Teknik Dorongan): Lakukan penekanan ke arah atas dan dalam. Penekanan ini menyebabkan diafragma naik, mendorong udara keluar dari paru-paru, sehingga benda asing dapat terbatukkan keluar.
-
Penanganan Jika Korban Pingsan: Jika manuver Heimlich tidak berhasil dan korban jatuh pingsan, baringkan korban secara telentang, lalu segera lakukan tindakan RJP (Resusitasi Jantung Paru) dengan melakukan pijat jantung eksternal.
3. Langkah-Langkah Pertolongan Tersedak untuk Bayi
Jika kasus tersedak terjadi pada bayi, teknik yang digunakan berbeda:
-
Posisikan Bayi: Letakkan salah satu tangan untuk menahan bayi dari sisi punggungnya. Gunakan tangan yang lain untuk menahan bagian leher dan ketiak bayi.
-
Tepuk Punggung (Back Blows): Tepuk-tepuk punggung bayi secara perlahan namun tegas dengan menekan ke arah atas sebanyak 5 kali.
-
Cek Mulut: Buka mulut bayi secara perlahan untuk mengambil benda asing yang menyebabkannya tersedak. Ulangi langkah tepuk punggung jika benda belum keluar.