Menilai seberapa banyak darah yang hilang sangat penting untuk menentukan prioritas pertolongan pertama dan memanggil bantuan medis darurat (Ambulans). Secara medis, tingkat keparahan pendarahan dibagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan volume darah yang keluar dan respons tubuh korban:

  1. Pendarahan Ringan (Kelas I)

    • Volume Kehilangan: Kurang dari 15% dari total volume darah tubuh.

    • Kondisi Korban: Tekanan darah dan detak jantung umumnya masih normal. Korban mungkin hanya merasa sedikit cemas atau pusing ringan.

    • Penanganan: Bersihkan luka, berikan penekanan ringan, dan tutup dengan perban steril.

  2. Pendarahan Sedang (Kelas II & III)

    • Volume Kehilangan: 15% hingga 40% dari total volume darah.

    • Kondisi Korban: Detak jantung mulai meningkat (berdenyut cepat), pernapasan menjadi lebih cepat dan dangkal, kulit terasa dingin, pucat, dan lembap akibat tubuh mengarahkan aliran darah ke organ vital. Korban mulai tampak kebingungan atau gelisah.

    • Penanganan: Lakukan penekanan langsung yang kuat pada sumber pendarahan, baringkan korban dengan posisi kaki sedikit lebih tinggi (jika memungkinkan), dan segera cari bantuan medis profesional.

  3. Pendarahan Berat / Kritis (Kelas IV)

    • Volume Kehilangan: Lebih dari 40% dari total volume darah.

    • Kondisi Korban: Mengancam jiwa secara langsung. Ditandai dengan denyut nadi sangat lemah atau tidak teraba, tekanan darah turun drastis, kebingungan berat hingga kehilangan kesadaran (tidak sadarkan diri), serta kulit sangat pucat atau kebiruan (sianosis).

    • Penanganan: Ini adalah kondisi darurat mutlak! Hentikan pendarahan secepat mungkin (gunakan torniket jika pada anggota gerak dan pendarahan sangat masif), jaga jalan napas korban, dan pastikan panggilan darurat telah dilakukan.

Pesan Kunci: Jangan menunggu korban jatuh pingsan untuk bertindak. Kenali tanda-tanda awal syok (pucat, gelisah, nadi cepat) agar penanganan dapat diberikan sebelum terlambat.