Tourniquet adalah alat medis darurat yang digunakan untuk menghentikan pendarahan hebat (masif) pada anggota gerak (lengan atau kaki) yang tidak dapat dikendalikan dengan metode penekanan langsung (direct pressure).
Kapan Harus Menggunakan Tourniquet?
-
Pendarahan Mengancam Jiwa: Terjadi semburan darah yang deras atau genangan darah yang cepat bertambah dari luka di tangan, lengan, kaki, atau paha.
-
Gagalnya Metode Lain: Pendarahan tidak berhenti meskipun sudah diberi tekanan langsung yang kuat dan terus-menerus.
-
Situasi Darurat Ekstrem: Kondisi di mana penolong harus segera mengamankan korban lain, atau lokasi kejadian yang tidak memungkinkan melakukan tekanan manual secara terus-menerus.
Langkah-Langkah Pemasangan Tourniquet yang Benar:
-
Cara Pemasangan 7 Langkah:
-
Identifikasi luka perdarahan hebat.
-
Letakkan tourniquet 5–7 cm di atas luka (jangan dipasang tepat di atas luka ataupun pada persendian).
-
Tarik ujung strap hingga sangat kencang sampai perdarahan berhenti dan nadi bagian bawah (distal) tidak teraba.
-
Putar batang (windlass) untuk memberikan tekanan maksimal.
-
Kunci batang pada klip pengunci agar tidak kendur.
-
Catat waktu pemasangan dengan jelas pada label/kertas lalu tempelkan di dekat tourniquet.
-
Evaluasi, pantau kondisi korban secara berkala, dan segera rujuk ke fasilitas medis.
-
Aturan Emas Tourniquet:
-
Jangan Pernah Mengendurkan Sendiri: Setelah tourniquet terpasang dengan benar, jangan mengendurkan atau melepaskannya sebelum korban ditangani oleh tim medis profesional di rumah sakit. Melepaskannya terlalu cepat dapat memicu gelombang racun ke organ vital atau menyebabkan pendarahan berdarah kembali secara fatal.